26th Jul

2018

Sleman Kabupaten Terbaik Pariwisata DIY

Tanggal 20 Juli 2018 Sleman mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai Kabupaten terbaik DIY dan 10 besar terbaik Nasional; yang diharapkan akseleratif  pembangunan lintas sektoral. Disisi lain pulau Jawa juga terpilih sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia; menggeser pulau Bali. Destinasi pulau Jawa didukung berbagai wilayah secara terpisah teristimewa Borobudur, DIY, Bromo Tengger. Untuk itu pengembangan DIY secara utuh perlu mengacu pulau Bali sekaligus mengoptimalkan Sleman secara simultan. Dalam konteks ini, kalau pantai selatan sebagai halaman muka DIY tentu bukan berarti Sleman sebagai halaman belakangnya. “Gayung bersambut” 2 Agustus 2018 dilangsungkan verifikasi pembahasan menuju Sleman Sehat 2019.

Referensi Bali

Pulau Bali secara utuh menjadi destinasi pilihan wisata karena “berbeda”; berbeda dalam kelebihan dan kesederhanaannya. Kelebihan Bali memiliki pantai dengan gelombang unik landai tanpa karang, indah di saat sun rise dan sun set, sehingga nikmat aman untuk dipakai apa-siapa saja dan kapan saja; disamping pembangunan monumental Garuda Wisnu Kencana dan pembukaan pantai Pandawa atas perjuangan panjang para seniman Bali dan masyarakat. Kesederhanaan yang menjadi kelebihan adalah seni budaya, keramahan, pola hidup dan kerja, dengan rumah-rumah, bangunan satu lantai yang disertai kuil-kuil ibadah ritual disepanjang jalan. Seluruh jalan kota sampai sekitar persawahan, pegunungan, berbagai tempat wisata dan pantai, sehingga pandangan langit terbuka luas; seakan-akan budaya Bali menyatukan darat laut dan langitnya. Dilengkapi pemandu yang mampu menjelaskan semua aspek secara sistematis empatif dialogis, sungguh  melipatgandakan setiap nilai dan makna Bali dari apa yang kita lihat.

Referensi Bali semestinya diimplementasikan pembangunan DIY secara utuh mendukung predikat pulau Jawa sebagai nominasi terbaik dunia. Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo menghadapi tantangan besar menjadikan laut selatan “seperti Bali”. Kotamadya sebagai pusat; tantangannya mengoptimalkan tata kota, budaya  dan kawasan Malioboro tetap outentik sensasional. Sleman sebagai halaman belakang DIY, tantangannya betul-betul menjadi kawasan  dan hunian  pelepas lelah yang melegakan.

Pengembangan Wisata Sleman

Pengembangan wisata Sleman  justru terintegrasi secara utuh dengan DIY dan Borobudur. Potensi alami jalan, rumah, pertanian, perikanan, perkebunan, pegunungan Sleman yang betul-betul segar sejuk, sumilir, nyaman sebagai teras belakang sungguh sederhana eksotik seperti Bali; tinggal menata rapikan. Hal ini sekaligus mengakselerasi Sleman sebagai ranking Nasional hunian sehat dan proyek nasional pengembangan desa wisata. Nawacita pembangunan pariwisata, pertanian perikanan pemerintahan Jokowi justru relevan menjadi satu paket realistis di Sleman; salah satunya lewat desa wisata, home stay yang menjamur. Program lomba Sleman Sehat yang diamanahkan Kemendagri Kemenkes perlu terus ditingkatkan menjadi budaya; salah satunya lewat model program Dinas Kesehatan yang berorientasi pemberdayaan masyarakat berjenjang. Dari sisi pengembangan kreatif, sudah saatnya membuka jalur wisata Merapi Barat Gunung Turgo Purwobinangun. Akses jalan menuju Turgo sudah tersedia lewat jalur Monjali -Palagan; jalur Kota Kabupaten – Pasar Kasultanan Srowolan; jalur Tempel – Turi.   Destinasi wisata Purwobinangun Turgo sekaligus membuka poros Kraton Tugu Merapi; sejajar jalur Kaliurang Timur dan Tengah yang telah eksis. Hal ini selaras dengan UU Desa yang berorientasi Desa Membangun, menciptakan lapangan kerja, membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat dengan pariwisata sebagai “Green Industry”; Pemerintah sebagai fasilitator infrastruktur koordinatif mengakselerasi kebutuhan wisatawan domestik dan global. Dari segi tata ruang keistimewaan DIY “ Memayu Hayuning Bawono “, sepanjang sisi selatan Sleman menyatu dengan kota dan ketiga kabupaten;  Kali Gadjah Wong, selatan Museum Affandi sebagai titik temu monumental  Sleman – Kota dan Bantul, semestinya segera ditata sejajar dengan Kali Code. Momentum  Hari Jadi Kabupaten Sleman 2018 yang gumregah mewujudkan kehidupan masyarakat mandiri berbudaya; harus disertai konsistensi komitmen kerjasama lintas sektoral bersama masyarakat secara sungguh – sungguh cerdas bijak. Akhirnya didukung berbagai pertimbangan strategis di atas, semestinya prioritas pembangunan trilogi keistimewaan DIY terintegrasi simultan dengan Sleman. Sleman bukan halaman belakang namun teras-paviliun DIY yang secara utuh berpuncak  keanggunan Gunung Merapi.

By : Soebroto

Penulis: Pembina OB Banyu Sumilir-Desa Wisata Srowolan, Wakil Forum Sleman Sehat.

Share This :

No comments so far!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

happy wheels